www.cukasihsejahtera.org – Noemuti, 5 Oktober 2023 – Bertempat di Aula Kantor Cabang Pembantu (KCP) Noemuti, Pusat koperasi Credit Union Indonesia (PUSKOPCUINA) yang beralamat di Kalimantan menggelar kegiatan Forum Komite Credit Union Primer secara daring. Kegiatan ini melibatkan seluruh komite dari 46 Credit Union Primer (CU primer) yang berada di bawah naungan PUSKOPCUINA. CU Kasih Sejahtera sebagai salah satu CU primer terkemuka Keuskupan Atambua yang juga berada di bawah naungan PUSKOPCUINA melibatkan diri dengan mengirim seluruh Komitenya menjadi peserta dalam forum tersebut.
Kegiatan hari pertama dimulai dengan penuh semangat tepat pukul 8 pagi dan berlangsung hingga pukul 4 sore. Acara pembukaan dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Hymne dan Mars Credit Union, internalisasi nilai-nilai Credit Union, dan sambutan Ketua Pengurus PUSKOPCUINA.
Dalam rangkaian kegiatan ini, CU Kasih Sejahtera membagi pesertanya ke dalam tiga wilayah, yakni wilayah TTU, wilayah Belu, dan wilayah Malaka. Khusus wilayah TTU yang bertempat di KCP Noemuti, dihadiri oleh 13 belas orang komite yang menangani bidang kredit, keuangan, diklat, dan pemberdayaan.
Dalam sambutan pembukanya, Marselus Sunardi, selaku ketua pengurus PUSKOPCUINA menyampaikan apresiasi dan selamat datang kepada para peserta yang bersedia menjadi tenaga volunteer dan hadir dalam Forum Komite yang baru dimulai tahun ini. “Ini adalah forum komite pertama yang dibuat oleh PUSKOPCUINA. Selamat datang dan selamat berproses selama dua hari kegiatan ini, semoga Bapak/Ibu sekalian mendapat pemahaman dan pengalaman baru, baik dari materi maupun dari sharing yang akan disampaikan oleh teman-teman komite lainnya,” ungkap Sunardi. Ia juga menyampaikan pentingnya peran komite dalam menjaga kestabilan dan pertumbuhan CU primer, serta memotivasi mereka untuk berperan aktif dalam mendukung koperasi kredit di Indonesia.
Kegiatan yang rencananya berlangsung selama dua hari, yaitu sejak Kamis (5/Oktober) sampai Jumat (6/Oktober) ini, diinisiasi oleh PUSKOPCUINA karena melihat betapa vitalnya peran dan fungsi komite dalam sustainability lembaga Credit Union di masa mendatang. Hadir dalam forum tersebut Anton Sera’Sima, salah seorang pengurus PUSKOPCUINA yang memiliki pengalaman luas dalam bidang koperasi kredit, menjadi pemateri. Ia menandaskan dalam materinya berbagai aspek yang sangat relevan dengan peran komite dalam CU primer, termasuk manajemen kredit, pengelolaan keuangan, pelatihan, dan pemberdayaan anggota.
“Alasan perlu dihadirkannya komite dalam sistem Credit Union adalah karena terbatasnya jumlah pengurus dan pengawas. Komite adalah sejumlah orang yang ditunjuk untuk melaksanakan tugas tertentu secara rutin sesuai bidangnya, bekerja secara berkelanjutan, dan dapat diangkat/dipilih untuk beberapa periode kerja,” tandas Anton. Aspek keberlanjutan dalam peran dan fungsi Komite merujuk pada tugas pengurus untuk menciptakan regenerasi pengurus dalam tubuh lembaga, baik CU Primer maupun pada Federasi.
Antusiasme peserta pada forum tersebut sangat tinggi. Hal ini tampak dalam sesi tanya-jawab yang disediakan panitia, baik melalui live chat maupun direct questions kepada narasumber. Fernandes, salah satu Komite dari CU Beredo Gratia, dalam pertanyaannya menyoroti ketidaktersediaannya kurikulum yang terstruktur dari CU dalam rangka kaderisasi. Pertanyaan itu kemudian dijawab oleh Sunardi dengan mengetengahkan daftar berbagai pelatihan yang disediakan PUSKOPCUINA. “PUSKOPCUINA memiliki kurikulum yang berstandar internasional. Ada standar pelatihan dasar yang harus diikuti oleh seorang komite sebelum menjadi pengurus. Misalnya, harus mengikuti diklat CUDCC, MYFO, dan diklat pemberdayaan. Jadi, tidak sekonyong-konyong seseorang diangkat menjadi komite ataupun pengurus,” jawab Sunardi. “Kurikulumya sudah ada, hanya saja belum dibaca dengan baik oleh semua CU primer,” tambah Anton.
“Kegiatan ini sangat penting dalam memperkuat peran komite dalam CU Primer, sekaligus memastikan keberlanjutan dan kemajuan koperasi kredit di wilayah TTU dan seluruh Indonesia seperti yang telah disampaikan oleh Bapak Anton dalam materinya,” kata Lorens Am’isa, Komite Kredit KCP Insana yang turut hadir sebagai peserta di Noemuti. “Kita diharapkan untuk membawa pulang pengetahuan dan wawasan baru dalam kegiatan ini untuk diterapkan dalam tugas kita masing-masing di semua CU Primer yang ada, secara khusus pada CU Kasih Sejahtera, dan juga berkontribusi positif dalam mengembangkan kehidupan anggota di wilayah Keuskupan Atambua,” sambungnya. Pendapat senada juga disampaikan oleh Yosefina Sutal, Komite Keuangan KCP Kefa Utara. “Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa Credit Union Indonesia atau PUSKOPCUINA terus berupaya meningkatkan kualitas dan kapasitas seluruh CU primer di seluruh negeri. Seperti kata Bapak Anton, bahwa CU yang berada di bawah naungan Federasi harus menggunakan pendekatan pemberdayaan yang berkualitas kepada anggotanya dan berperan aktif dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat. Maka kita harus terus berusaha agar semakin terlihat pertumbuhan yang lebih baik dari setiap CU primer di masa depan, sehingga koperasi kredit tetap menjadi salah satu solusi finansial yang kuat bagi masyarakat Indonesia,” pungkasnya. (jp)

