Laporan Wartawan Pos Kupang, Edy Bau
POS KUPANG.COM, ATAMBUA — Uskup Atambua, MGR. Dr. Dominikus Saku, Pr mengatakan, yang paling penting untuk sebuah credit union adalah semangatnya untuk mandiri. Jiwa dari CU adalah mandiri.
Hal ini disampaikannya ketika membuka Rapat Anggota Tahunan (RAT) ke-8 Kopdit CU Kasih Sejahtera di Aula Dominikus Emaus, Senin (29/2/2016). Dikatakannya, untuk mencapai kemandirian, maka yang memimpin CU ini adalah orang awam.
Karena ketika Kopdit CU ini terus menerus dipimpin oleh pastor maka umat awam akan sulit mandiri dan terus-menerus bergantung pada imam.
“Ke depan, Jangan pilih lagi romo (Jadi ketua CU, red) supaya orang awam bisa bertumbuh. Saya berharap, ke depan juga Uskup tidak perlu hadir,” katanya.
Lebih jauh Uskup menekankan agar Kopdit CU jangan hanya berkubang di dalam usaha simpan pinjam tetapi mendorong umat yang adalah anggotanya untuk membuat kegiatan-kegiatan ekonomi produktif.
“Barang-barang koperasi sudah harus bisa masuk ke keuskupan, paroki-paroki,” ujarnya.
Untuk diketahui, RAT ini diikuti sekitar 500 perwakilan anggota Koperasi Kredit (Kopdit) Credit Union (CU) Kasih Sejahtera.
Ratusan perwakilan anggota ini berasal dari tiga Kabupaten yakni, Belu, Malaka dan TTU. Mereka ini berasal dari sembilan tempat pelayanan (TP) yakni Atambua, Haliluki dan Lakaan di Kabupaten Belu, Malaka dan Manlea di Kabupaten Malaka dan Pantura, Noemuti, Insana dan Kefamenanu di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU).
Hadir pada acara pembukaan ini, Wakil Bupati Belu, JT. Ose Luan, Sekretaris Puskopdit BKCU Kalimantan, Agustinus Ali Bata, Auditor Eksternal dari kantor akuntan publik Thomas Blasius dan rekan, Didi, Konsultan Kementerian Perdagangan, Wulan dan Arti, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Belu, Malaka dan TTU, serta Mitra Perbankan dari Bank BRI, BNI dan Bank BPD NTT.

