cukasihsejahtera.org – Kopdit CU Kasih Sejahtera belum lama ini melakukan Studi Banding ke Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) – NTT, yang terjadi pada tanggal 05 – 07 April 2018, di Kantor BPTP – NTT, Kupang – Naibonat.

Menyadari diri sebagai suatu lembaga pemberdayaan, Kopdit CU Kasih Sejahtera tidak bisa tinggal diam dan enjoy dengan pola pemberdayaannya sendiri melainkan ia perlu terbuka dan terus belajar dari pihak lain demi penyempurnaan pola pendampingannya di tengah-tengah anggota. Memang aneka langkah taktis telah ditempuh Kopdit CU Kasih Sejahtera demi pendampingan yang berkualitas dan maksimal. Lokakarya Pemberdayaan Komunitas Basis dan Kewirausahaan telah ditempuh. Pembahasan dan diskusi mengenai pemberdayaan anggota Komunitas Basis (Kombas) pun telah terjadi di setiap kesempatan. Namun semuanya ini tentu belum cukup untuk suatu pendampingan yang lebih berkualitas.

Kegiatan Study Banding ini dimaksudkan untuk terus meningkatkan kapasitas para pendamping (aktivis) Kopdit CU Kasih Sejahtera dan mengantar mereka untuk mengenal lebih dekat proses dan kegiatan pendampingan pihak Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) – NTT, di tengah-tengah kelompok binaannya.
Study Banding ini melibatkan 28 orang aktivis yang adalah utusan Dewan Pengurus, Komite, Pokti, dan Manajemen Kopdit CU Kasih Sejahtera, yang tersebar di Tiga Kabupaten (Belu, TTU, dan Malaka) dengan rincian, Dewan Pengurus berjumlah 2 orang, Deputy berjumlah 1 orang, Komite berjumlah 2 orang, Pokti berjumlah 11 orang, dan Staf berjumlah 12 orang.

Kegiatan study banding ini melibatkan beberapa peneliti ahli dari BPTP – NTT, yang bertindak sebagai pendamping dan petunjuk teknis di lapangan, antara lain; Ir. Charles Bora, M.Si, Ir. Lukas Kia Gega, M.Si, Dr. Tony Basuki, M.Si, Ir. Paskalis TH. Fernandes, M.Si, Dr. Jakob Nulik, dan Ir. Debora Kana Hau, M.Si. Para peneliti ahli ini menunjukan dan menyodorkan beberapa hal praktis dalam kegiatan ini, di antaranya tentang, Teknik Budidaya Padi, oleh Ir. Charles Bora, M.Si, Produksi Benih Sumber (Padi dan Jagung), oleh Ir. Lukas Kia Gega, M.Si, Teknologi Budidaya Jagung di Lahan Kering, oleh Ir. Lukas Kia Gega, M.Si, Pestisida dan Penggunaannya, oleh Dr. Toni Basuki, Ayam Kampung Unggul (Ayam KUB), oleh Ir. Paskalis TH. Fernades, M.Si, Ternak dan Tanaman Hijauan Pakan Ternak, oleh Dr. Jakob Nulik, dan Perkandangan serta Penggemukan Ternak Sapi Berbasis Legumuminosa, oleh Ir. Debora Kana Hau, M.Si. Selain pembelajaran itu, adapun kunjungan lapangan di antaranya, kunjungan lapangan di sekitar halaman Kantor BPTP – NTT, yang didampingi langsung oleh Ir. Charles Bora, M.Si, dan kunjungan lapangan ke Kelompok Setetes Madu, Kelompok Taleko Monik, dan Kelompok Tani Sabubani di sekitar wilayah Camplong, yang didampingi oleh Ir. Debora Kana Hau, M.Si. Pembelajaran dan kunjungan lapangan bersama para ahli ini berlangsung akrab selama 2 hari penuh.
Akhirya, pembelajaran bersama Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP)-NTT telah terjadi. Teori-teori praktis dan hal-hal teknis tentang pemberdayaan secara umum dan pendampingan secara khusus telah terukir dibenak. Kini harapannya, semoga Kopdit CU kasih Sejahtera melalui para aktivis secara khusus yang telah terlibat aktif dalam kegiatan ini dapat mengawinkan pola pendampingan yang ada dengan yang telah dipelajari demi kemajuan anggota dan masyarakat pada umumnya.(*YOLE)

