Kemitraan dan Pemberdayaan CU Kasih Sejahtera

0

cukasihsejahtera.org. – Ginanjar Kartasasmita dalam bukunya Pemberdayaan Masyarakat: Konsep Pembangunan yang Berakar Pada Masyarakat mengatakan bahwa: “setiap manusia dan masyarakat memiliki potensi yang dapat dikembangkan, sehingga pemberdayaan adalah upaya untuk membangun daya itu dengan mendorong, memberikan motivasi dan membangkitkan kesadaran akan potensi yang dimiliki serta untuk mengembangkannya “.

Dalam kurun waktu 5 tahun terakhir, CU Kasih Sejahtera telah melaksanakan pemberdayaan anggota-anggotanya. Hal ini ditandai dengan terbentuknya komunitas basis (selanjutnya akan disingkat kombas) pemberdayaan dalam wilayah pengembangan CU Kasih Sejahtera di Keuskupan Atambua yang meliputi 3 kabupaten yakni, Belu, TTU dan Malaka.

CU Kasih Sejahtera
Peserta TOT Pendampingan KomBas mempraktekkan Ilmu yang Mereka Terima (Photo: Dok. CU KS)

Saat ini CU Kasih Sejahtera memiliki 330 kombas yang tersebar di 12 Kantor Pelayanan. Melalui kombas, CU Kasih Sejahtera berupaya menghantar anggotanya untuk mengembangkan hidupnya dan meningkatkan sumber pendapatan keluarga melalui usaha produktif berbasis pada potensi yang dimiliki baik secara swadaya maupun melalui dukungan pinjaman komunitas basis yang ada di CU Kasih Sejahtera.

Untuk terus mengembangkan kualitas pemberdayaan komunitas basis khususnya di wilayah Kabupaten Belu, TTU dan Malaka, pada tanggal 6 Januari 2020, Pengurus, Pengawas, GM dan Deputi CU Kasih Sejahtera melakukan audiens dengan Yang Mulia Bapak Uskup Atambua, Mgr. Dr. Dominikus Saku, Pr.

CU Kasih Sejahtera
Pengurus, Pengawas, GM dan Deputi CU Kasih Sejahtera melakukan audiens dengan Yang Mulia Bapak Uskup Atambua, Mgr. Dr. Dominikus Saku, Pr. (Photo: Dok. CU KS)

Dalam pembicaraan khusus dengan Bapak Uskup terkait dengan pemberdayaan, menghasilkan beberapa point penting bagi pengembangan kualitas anggota antara lain: CU Kasih Sejahtera diminta untuk melaksanakan pelatihan-pelatihan bagi anggota, kepedulian CU dan kombas terhadap lingkungan hidup, mengarahkan kombas pada pengembangan pertanian, perkebunan, kerajinan tangan serta membangun kerjasama yang mendukung pengembangan pemberdayaan melalui usaha produktif, mengingat kondisi umat Katolik Keuskupan Atambua saat ini lebih melihat uang sebagai alat sosial ketimbang melihat uang sebagai bisnis atau uang menghasilkan uang.

Selain melakukan audiens dengan Uskup Atambua, pada hari Senin (13/01/2020), Pengurus, Pengawas, GM dan Deputi CU Kasih Sejahtera melakukan audiens dengan Bapak Bupati Kabupaten Belu dan beberapa Kepala Dinas (selanjutnya disingkat Kadis) di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Belu. Para kepala dinas yang turut hadir pada kesempatan audiens antara lain: Kepala BP4D, Kadis Peternakan, Kadis Pertanian, Kadis Pemdes, Kabid Pemasaran Koperasi, Kabid Pariwisata, Kadis Pemuda dan Olahraga.

Pengurus, Pengawas, GM dan Deputi CU Kasih Sejahtera melakukan audiens dengan Bupati Belu dan Beberapa Kadis Pemda Belu (Photo: Dok. CU KS)

Audiens ini menghasilkan beberapa kesepakatan antara pemerintah Kabupaten Belu dan CU Kasih Sejahtera untuk berkolaborasi dalam bidang pemberdayaan masyarakat Belu,  melakukan pendidikan bagi masyarakat Belu untuk terus merubah pola pikir dan mampu meningkatkan kualitas hidupnya demi mencapai kesejahteraan melalui kolaborasi pemberdayaan CU Kasih Sejahtera dan Pemerintah Kabupaten Belu.

Bentuk kolaborasi yang akan dilakukan adalah kolaborasi dengan dinas-dinas terkait untuk mendukung pemberdayaan dan pertumbuhan anggota CU Kasih Sejahtera serta program pemerintah Kabupaten Belu dan kolaborasi dukungan CU Kasih Sejahtera terhadap seluruh kegiatan Pemerintahan Kabupaten Belu.

Semoga kerja sama yang selama ini telah dirajut semakin ditingkatkan di tahun-tahun mendatang. CU Kasih Sejahtera sebagai salah satu lembaga Koperasi dan Pemberdayaan  yang hadir di wilayah Kabupaten Belu dengan dukungan Pemerintah Kabupaten Belu terus berupaya membangun sumber daya manusia Kabupaten Belu agar mampu meningkatkan dan menciptakan social entrepreneurship dari kaum muda di wilayah Kabupaten Belu melalui pemberdayaan sehingga mampu menampilkan wajah Kabupaten Belu sebagai lokomotif ekonomi di wilayah perbatasan. ( Herry Kedati /TN)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here