Citizen6, Atambua: Credit Union Kasih Sejahtera merupakan salah satu lembaga perekonomian umat milik keuskupan Atambua yang bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Belu, dalam meningkatkan kehidupan perekonomian umat melalui produk-produk unggulan yang dikembangkan lembaga ini. Sebagai salah satu koperasi CU terbaik dari 946 CU di Indonesia yang masuk dalam daftar 10 besar CU terbaik di Indonesia. Saat ini CU Kasih Sejahtera mulai melebarkan sayapnya untuk membentuk dan mendidik anggotanya. Hal ini di lakukan untuk mengelola perekonomian umat secara bijak melalui pendidikan dan pelatihan yang berkesinambungan.
Credit Union Kasih Sejahtera merupakan salah satu bagian kegiatan dalam menyambut Rapat Anggota Tahunan ke-4 yang dilaksanakan pada, Sabtu (24/2), bertempat di aula St. Dominikus Emaus Nela. Tepatnya Credit Union (CU) Kasih Sejahtera menyelenggarakan sebuah lokakarya. Para peserta lokakarya ini datang dari empat Tempat Pelayanan (TP) yakni TP Wini, Kefamenanu, Betun dan Atambua. Lokakarya selama sehari penuh ini dihadiri oleh seluruh jajaran pengurus, pengawas, penasihat serta utusan anggota CU Kasih Sejahtera dari empat TP dengan jumlah peserta mencapai 450 peserta. Dengan menghadirkan pembicara serta motivator CU yang juga merupakan pengurus Badan Koordinasi Credit Union (BKCU) Kalimantan Rm. Fredy Rante Taruk Pr. Sementara itu untuk kegiatan RAT CU Kasih Sejahtera yang dilaksanakan pada, Sabtu (24/2) dihadiri juga oleh Uskup Atambua, Mgr. Dominikus Saku Pr dan Wakil Bupati Belu Ludovikus Taolin, BA, kepala dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Belu, Drs. Alfonsius Klau, serta pimpinan bank BRI, Mandiri dan Danamon cabang Atambua.
Sebagai salah satu koperasi terbaik di Indonesia dan mendapat penghargaan dari Pemerintah Propinsi NTT. Namun hal ini tidak membuat CU Kasih Sejahtera berpuas diri begitu saja, namun mereka senantiasa mengembangkan sayapnya melalui inovasi dan kreatifitas. Dengan berusaha mengembangkan perekonomian umat melalui pendidikan dan pelatihan untuk memahami produk-produk unggulan CU Kasih Sejahtera. Seperti simpanan saham dan simpanan non saham seperti Fini ( yang diartikan dalam bahasa Indonesia Benih atau bibit unggul), Sufa atau bunga harian, Lopo atau simpanan bunga berjangka serta berbagai simpanan lainnya seperti simpanan pendidikan, simpanan perumahan dan simpanan berjangka.
Rm. Fredy Rante Taruk Pr dalam lokakarya mengatakan dihadapan para peserta, ” Kunci keberhasilan dari CU ialah pendidikan.CU mendidik kita untuk mengubah pola pikir yang baik terutama dalam hal pengaturan keuangan. Melalui pendidikan dan pelatihan yang berkesinambungan dalam CU tentu akan merubah pola pikir dan cara hidup kita ” ungkap pengurus BKCU Kalimantan ini. Ia menambahkan pula bahwa menolong orang miskin bukan dengan memberi materi saja tetapi bagaimana membuat orang miskin bisa menolong dirinya sendiri. Salah satunya dengan mengubah pola pikir dan cara hidup yang konsumtif, bermental malas menjadi manusia yang produktif.
Lembaga perekonomian umat yang didirikan sejak 8 juni 2007 ini saat ini berdiri dengan badan hukum BH : 07/BH/XXIX.2/IX/2008 ini hingga kini telah memiliki anggota sebanyak 10.736 anggota dengan jumlah asset mencapai 128. 504.995.328. Keanggotaan lembaga yang mendapat bimbingan langsung dari BKCU Kalimantan ini bukan saja berasal dari umat keuskupn Atambua. Namun juga berasal dari luar keuskupan Atambua seperti kupang, Flores bahkan hingga Timor Leste dan direncanakan pada Mei 2012 mendatang CU akan membuka cabangnya di Timor Leste tepatnya dikeuskupan Baucau.
CU kasih Sejahtera yang bernanung dibawah komisi sosial ekonomi keuskupan Atambua memberdayakan anggotanya melalui pendidikan dan pelatihan seperti pelatihan kewirausahaan. Selain itu juga dalam pendampingan kelompok tani yang lebih difokuskan pada manajemen pengelolaan keuangan. Melalui lokakarya dan RAT CU Kasih Sejahtera para anggota didorong untuk semakin bijak dalam mengembangkan perekonomian rumah tangga. Para anggota datang dari berbagai profesi dari kelas bawah seperti petani, pedagang keliling, penjual sayur, buruh, tukang kayu dan batu, ojek hingga golongan kelas atas seperti pejabat teras dan pengusaha. Pelayanan yang diberikan tanpa adanya diskriminasi karena CU Kasih Sejahtera mengembangkan misi mensejahterakan anggotanya melalui pendidikan dan pelatihan yang bermutu melalui pelayanan yang prima.
Sejak kehadirannya di keuskupan Atambua, lembaga perekonomian umat yang terletak di Jalan Maromak Oan Atambua ini telah mampu melebarkan sayapnya dengan membangun tiga tempat pelayanan yakni Kefamenanu, Wini serta Betun. Dan juga menjalin kerja sama dengan pemerintah melalui dinas koperasi dan UKM kabupaten Belu, lembaga-lembaga keuangan yang ada di Kabupaten Belu seperti Bank Mandiri, BRI dan Danamon dengan mengembangkan motto ” Mandiri dalam Kasih Sejahtera. ” (Pengirim: Fransiskus Pongky Seran)

