Atambua, Media Center: Credit Union Kasih Sejahtera merupakan salah satu lembaga perekonomian umat milik Keuskupan Atambua yang bersinergi dengan pemerintah kabupaten Belu dalam meningkatkan kehidupan perekonomian umat melalui produk-produk unggulan yang dikembangkan lembaga ini. Sebagai salah satu koperasi� CU terbaik� dari 946 CU di Indonesia yang masuk dalam daftar 10 besar CU terbaik di Indonesia, kini CU Kasih Sejahtera mulai melebarkan sayapnya untuk membentuk dan mendidik anggotanya untuk mengelola perekonomian umat secara bijak melalui pendidikan dan pelatihan yang berkesinambungan.
Hal tersebut diketengahkan dalam lokakarya yang bertempat di aula St. Dominikus Emaus, Nela, Keuskupan �Atambua. Lokakarya ini merupakan salah satu bagian kegiatan dalam menyambut Rapat Anggota Tahunan keempat yang dilaksanakan pada tanggal 24 Februari 2012. para peserta lokakarya ini datang dari 4 Tempat Pelayanan (TP) yakni TP Wini, TP Kefamenanu, TP Betun dan TP Atambua.
Lokakarya yang berlangsung selama seharian penuh tersebut dihadiri seluruh jajaran pengurus, pengawas, penasihat serta utusan anggota CU Kasih Sejahtera dari 4 Tempat Pelayanan dengan jumlah peserta mencapai 450 peserta dengan menghadirkan pembicara serta motivator CU yang juga merupakan pengurus Badan Koordinasi Credit Union (BKCU) Kalimantan Rm. Fredy Rante Taruk Pr, sementara itu untuk kegiatan RAT CU Kasih Sejahtera yang dilaksanakan pada keesokan harinya dihadiri juga oleh Uskup Atambua, Mgr. Dominikus Saku Pr dan Wakil Bupati Belu Ludovikus Taolin, BA, kepala dinas Koperasi dan UKM kabupaten Belu Drs. Alfonsius Klau, serta pimpinan bank BRI, Mandiri dan Danamon cabang Atambua.
Sebagai salah satu koperasi terbaik di Indonesia dan mendapat penghargaan dari pemerintah propinsi NTT, CU Kasih Sejahtera tidak berpuas diri begitu saja namun senantiasa mengembangkan sayapnya melalui inovasi dan kreatifitas dengan berusaha mengembangkan perekonomian umat melalui pendidikan dan pelatihan untuk memahami produk-produk unggulan CU Kasih Sejahtera seperti simpanan saham dan simpanan non saham seperti Fini ( yang diartikan dalam bahasa Indonesia Benih atau bibit unggul), Sufa atau bunga harian, Lopo atau simpanan bunga berjangka serta berbagai simpanan lainnya seperti simpanan pendidikan, simpanan perumahan dan simpanan berjangka.
Rm. Fredy Rante Taruk Pr dalam lokakarya selama seharian penuh ini mengatakan dihadapan para peserta ”kunci keberhasilan dari CU ialah pendidikan.CU mendidik kita untuk mengubah pola pikir yang baik terutama dalam hal pengaturan keuangan. Melalui pendidikan dan pelatihan yang berkesinambungan dalam CU tentu akan merubah pola pikir dan cara hidup kita” ungkap pengurus BKCU Kalimantan ini. Ia menambahkan pula bahwa menolong orang miskin bukan dengan memberi materi saja tetapi bagaimana membuat orang miskin bisa menolong dirinya sendiri dengan mengubah pola pikir dan cara hidup yang konsumtif, bermental malas menjadi manusia yang produktif, tuturnya.
Keanggotaan lembaga yang mendapat bimbingan langsung dari BKCU Kalimantan ini bukan saja berasal dari umat keuskupn Atambua namun juga berasal dari luar keuskupan Atambua seperti kupang, Flores bahkan hingga Timor Leste dan direncanakan pada bulan Mei 2012 mendatang CU akan membuka cabangnya di Timor Leste tepatnya di keuskupan Baucau.
CU kasih Sejahtera yang bernanung dibawah komisi sosial ekonomi keuskupan Atambua memberdayakan anggotanya melalui pendidikan dan pelatihan seperti pelatihan kewirausahaan, pendampingan kelompok tani yang lebih difokuskan pada manajemen pengelolaan keuangan.
Melalui lokakarya dan RAT CU Kasih Sejahtera para anggota didorong untuk semakin bijak dalam mengembangkan perekonomian rumah tangga. Para anggota datang dari berbagai profesi dari kelas bawah seperti petani, pedagang� keliling, penjual sayur, buruh, tukang kayu dan batu, ojek hingga golongan kelas atas seperti pejabat teras dan pengusaha. Pelayanan yang diberikan tanpa adanya diskriminasi karena CU Kasih Sejahtera mengembangkan misi mensejahterakan anggotanya melalui pendidikan dan pelatihan yang bermutu melalui pelayanan yang prima.
Sejak kehadirannya di keuskupan Atambua, lembaga perekonomian yang fokus pada peningkatan kesejahteraan rakyat itu telah mampu melebarkan sayapnya dengan membangun 3 tempat pelayanan yakni Kefamenanu, Wini serta Betun dan menjalin kerja sama dengan pemerintah melalui dinas koperasi dan UKM kabupaten Belu, lembaga-lembaga keuangan yang ada dikabupaten Belu seperti Bank Mandiri, BRI dan Danamon dengan mengembangkan motto “Mandiri dalam Kasih Sejahtera”.
