www.cukasihsejahtera.org – Ketua Pengurus CU Kasih Sejahtera Rm. Syprianus Tes Mau, Pr buka Lokakarya Gender CU Kasih Sejahtera dengan tema umum”Kesetaraan Gender” di Aula Rumah Pemberdayaan Kantor Pusat CU Kasih Sejahtera Atambua (10/03/2023)
Mengingat hampir 60% anggota CU Kasih Sejahtera adalah perempuan, penting bagi lembaga untuk mengadakan lokakarya Gender agar perempuan- perempuan ini bukan hanya menjadi tangguh tetapi turut ambil bagian dalam misi lembaga yaitu” Meningkatkan Kualitas Hidup Anggota melalui Pendidikan dan Pelatihan yang Bermutu Pelayanan Keuangan yang Prima dan Pendampingan yang Berkelanjutan”.
Lokakarya ini diikuti oleh 103 wanita yang datang dari 14 wilayah pelayanan CU Kasih Sejahtera yang tersebar di 3 Kabupaten , Belu, TTU dan Malaka.
Kegiatan ini terlaksana atas kerja sama CU Kasih Sejahtera dengan YABIKU NTT (Yayasan Amnaut Bife Kuan) dan bertujuan untuk mengidentifikasi kesenjangan gender dalam berbagai aspek kehidupan khususnya hidup wanita-wanita tangguh yang juga merupakan generasi muda CU Kasih Sejahtera yang ada di Belu, TTU dan Malaka.
Selain itu lokakarya ini dimaksudkan untuk mendukung peran wanita didalam kehidupan keluarga dan sosial agar tidak diperhatikan sebagai bawahan suami atau pria dalam kehidupan sehari-hari.
“Seolah-olah kesenjangan gender itu menjadi warisan dari turun-temurun, gaya hidup mama akan diturunkan kepada si kecil dan anak akan bertumbuh dengan mentalitas yang diwarisakan, seperti wanita tidak boleh sekolah hanya boleh di rumah untuk mengurus rumah dan anak, kerjaannya hanya boleh di dapur”. Ucap Rm. Ketua Pengurus CUKS.
“Kita mau memutuskan rantai itu. Menciptakan suatu generasi yang bermental pejuang, pemberani, kesamaan harkat martabat pria wanita, kesamaan beban dan tanggung jawab pria dan wanita, berat sama dipikul ringan sama ditanggung”. Sambungnya.
Hadir pada kesempatan ini Ibu Maria Filiana Tahu Sebagai Fasilitator yang memberikan materi dengan tema Memahami Gender dan Kesetaraan Gender .
Filiana menegaskan cara berpikir yang paling utama sebagai seorang perempuan itu harus menghargai diri sendiri , lalu manghargai orang lain, tujuan utamanya untuk menghapus cara pandang atau ego laki-laki agar jangan mamandang wanita sebagai bawahan.
“Sebagai perempuan kita harus percaya kepada diri kita sendiri kalau kita sudah merendahkan diri bagaimana dengan orang lain pasti akan lebih merendahkan diri kita”. Ucap Ketua Yayasan YABIKU NTT itu.
Kegiatan ini dilaksanakan dengan pemaparan materi lalu ada diskusi dan tanya jawab dengan peserta lokakarya. Disela-sela diskusi peserta dimintai sharing setelah Mendapatkan materi berikut beberapa komentar dari peserta lokakarya.
Delfi Lebo “mau cari jodoh harus ikut kriteria yang baik yaitu: tidak boleh kasar,tidak batasi saya untuk hal-hal positif, tanggung jawab dan penyayang.
Elen Skera “Perempuan harus bisa membiayai diri sendiri, dan juga mampu menghidupi keluarga”.
Cris “Bukan hanya perempuan saja yang menjadi korban tetapi Laki-laki juga bisa menjadi korban diskriminasi kesetaraan gender. Jadi kedepannya bukan hanya perempuan tetapi laki-laki juga harus diadakan lokakarya agak laki-laki juga mengerti tentang kesetaraan gender”.
Menyambung kegiatan ini Rm. Ketua Pengurus menekankan CUKS hadir sebagai kendaraan untuk mencapai tujuan kesetaraan gender .Credit Union adalah sarana untuk menolong perempuan berorgainsasi, melalui Credit Union perempuan menjadi anggota kelompok simpan pinjam. Disana mereka dapat belajar menabung dan mengambil pinjaman untuk keperluan usaha pendidikan dan kesehatan. Perempuan dapat mengembangkan kapasitas mereka untuk hal-hal yang menunjang kehidupan keluarga dan masa depan mereka Melalui Kombas(KOMunitas BASis). karena inisiatif Credit Union tercermin dari 3 pilar utama Pendidikan, Swadaya dan Solidaritas. – YOS SNL


2 Komentar
Mantap CUKS
Siap