Beranda blog Halaman 3

Dinas Koperasi Kabupaten Belu Beri Apresiasi Pra-RAT CU Kasih Sejahtera

0
Doc by Oldus

www.cukasihsejahtera.org – Pada Selasa (24/10/2023), CU Kasih Sejahtera (CUKS) Kantor Cabang Pembantu (KCP) Atambua Barat menggelar Lokakarya Pra-Rapat Anggota Tahunan (Pra-RAT) Tahun Buku (TB) 2023, yang mengangkat tema Revitalisasi Kombas Dengan Memaksimalkan Pendekatan Manajemen Teritorial.

Kegiatan ini terlaksana di semua Kantor Cabang (KC) dan Kantor Cabang Pembantu (KCP) CU Kasih Sejahtera. Sesuai kalender kerja CUKS, terdapat delapan KC/KCP yang telah melaksanakan kegiatan ini pada Senin (23/10), di antaranya KC Atambua, KC Kefa, KCP Insana, KCP Manulea, KCP Noemuti, KCP Kefa Utara, KCP Lakaan, dan KCP Mutis. Sementara KCP Atambua Barat dan lima KC/KCP lainnya yaitu KC Betun, KCP Halilulik, KCP Tasimane, KCP Seon, dan KCP Pantura baru melaksanakan lokakarya pra-RAT pada hari Selasa (24/10).

Lokakarya pra-RAT ini merupakan kegiatan persiapan menyongsong Rapat Anggota Tahunan (RAT) TB 2023 yang akan dilaksanakan pada awal tahun 2024. Oleh karena itu, partisipasi aktif anggota selama kegiatan lokakarya ini dalam bentuk apresiasi, kritik, dan saran sangat dibutuhkan demi kemajuan lembaga.

Doc by Oldus

Rm. Syprianus S. Tes Mau, dalam Sambutannya yang dibacakan Rm. Valentinus Funan, mengucapkan terima kasih atas keterlibatan anggota yang berada di wilayah kerja KCP Atambua Barat. Ia menekankan pentingnya kesadaran anggota untuk bergabung di dalam komunitas basis (Kombas). “Anggota CU Kasih Sejahtera harus berkombas. Ada banyak kisah sukses anggota melalui kombas yang bisa dijadikan sebagai contoh dan pelecut semangat bagi anggota lain yang belum bergabung dalam kombas,” lanjut ketua pengurus yang akrab disapa Rosy ini. Turut hadir dalam kegiatan ini Kepala Bidang Koperasi dan UKM dari Dinas Koperasi, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Belu, yang didaulat untuk membuka kegiatan secara resmi. Dalam sambutannya, ia menjelaskan bahwa CU Kasih Kasih Sejahtera sangat berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. “Koperasi CU Kasih Sejahtera adalah salah satu lembaga pemberdayaan yang ada di Kabupaten Belu. Lembaga ini telah banyak menyumbang upaya-upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.(Oldus)

Pra-RAT CUKS Kefa, Tuames: Anggota Harus Rajin Menabung dan Meminjam

0

www.cukasihsejahtera.org – Bertempat di aula hotel Livero, Senin (23/10/2023), Credit Union Kasih Sejahtera (CUKS) Kantor Cabang (KC) Kefamenanu sukses menyelenggarakan kegiatan Lokakarya pra-Rapat Anggota Tahunan (pra-RAT) Tahun Buku (TB) 2023 melalui tema Revitalisasi Kombas Dengan Memaksimalkan Pendekatan Manajemen Teritorial.

Sekretaris Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Fransiskus Asisi Tuames, dalam sambutannya mengapresiasi  kehadiran CUKS di Kabupaten TTU. Menurutnya, dengan terselenggaranya kegiatan pra-RAT ini, para pengurus dan pengawas sudah mampu menjalankan amanat undang-undang perkoperasian.

“Rapat ini merupakan pemegang kekuasaan tertinggi dalam koperasi. Oleh karena itu, setiap anggota memiliki hak berbicara untuk mengeluarkan pendapatnya dan juga mengetahui perkembangan usaha selama tahun buku 2023,” ujarnya.

Ia juga mengatakan bahwa anggota koperasi adalah mereka yang memiliki simpanan saham dan simpanan non-saham. “Anggota CUKS hendaknya rajin menabung dan meminjam serta mengembalikan pinjaman secara baik serta mampu mengangsur pinjaman sesuai perjanjian pinjaman,” tandas Frans yang juga adalah salah satu anggota aktif CUKS KC Kefamenanu.

Di akhir sambutan, ia menyampaikan bahwa Dinas Koperasi dan UKM TTU sangat mendukung kehadiran CUKS karena telah ikut membantu Pemerintah Kabupaten dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program pemberdayaannya.

Pada kesempatan yang sama, Kayetanus Kefi yang hadir sebagai perwakilan pengawas, dalam sambutannya mewakili pengurus CUKS mengatakan bahwa pendekatan manajemen teritorial dimaksudkan untuk memudahkan pengontrolan terhadap semua anggota yang ada dalam Komunitas Basis (Kombas).

Dalam pra-RAT ini, peserta dapat menyampaikan berbagai saran dan kritik yang baik demi perbaikan sistem dan tata kelola CU yang lebih baik lagi di masa mendatang. “Kami juga mengajak seluruh anggota yang hadir agar bisa memberikan saran dan kritik serta bergabung sebagai anggota Kombas,”ucapnya.

Kegiatan pra-RAT ini diawali dengan seremoni pembukaan, sambutan-sambutan, pemaparan materi oleh pengurus dan laporan pengawasan oleh pengawas, diskusi dan pemaparan hasil diskusi, pembacaan nama para peserta utusan RAT, dan diakhiri dengan undian.

Sementara itu Amandus Elu selaku peserta Pra-RAT dalam kesempatannya menyampaikan terima kasih kepada CUKS karena berkat kegiatan ini beruntung untuk mendapatkan hadiah utama.

“Saya sangat senang dan beruntung mendapatkan hadiah ini. Saya juga bersyukur bahwa masuk CU ada banyak hal baik yang saya dapatkan termasuk juga dengan hadiah ini. Hadiah ini membuat saya untuk tetap semangat dan aktif di CUKS” ungkapnya.

Di akhir kegiatan CUKS KC Kefamenanu memberikan hadiah hiburan bagi semua anggota yang mengikuti kegiatan pra-RAT.

Sebagai informasi Lokakarya pra-RAT CUKS TB 2023 tidak saja dilaksanakan di KC  Kefamenanu tetapi juga dilaksanakan di semua Kantor Cabang dan Kantor Cabang Pembantu (KC/KCP)  yang ada di Belu, TTU dan Malaka. (ELL_T)

Mengukir Bata Merah, Membakar Mimpi

1
Doc by - Ferdi Lelan

www.cukasihsejahtera.org – Udara sangat panas di siang itu. Tiada seorang pun yang lalu-lalang di jalan setapak itu. Dari kejauhan tampak beberapa orang bercengkerama di bawah deretan pohon rindang. Ada juga yang tidur-tiduran menikmati angin semilir bersama bocah-bocah yang enggan berlarian. Tapi panas yang menyengat dan membakar itu tak berlaku bagi Yovita Leu, perempuan paruh baya yang hari-hari hidupnya diisi dengan bermain lumpur. Hawa yang menyengat kulit itu terkadang hanya memaksanya mengambil rehat sejenak untuk mengisi ulang paru-parunya dengan oksigen segar, lalu kembali berjuang menata adukan lumpur ke dalam cetakan. Kedua tangannya cekatan menempatkan bara pada tungku pembakaran. Sesekali tangan kirinya mengusap peluh di wajahnya.

Tak ada waktu untuk membuat alasan. Mimpi harus dikejar, target harus digapai. Wanita  kelahiran Obe, 17 Agustus 1980, itu tanpa guratan keluhan terus membakar adukan lumpur yang telah diubah menjadi bata cetakan. Kegiatan membuat bata ini telah ditekuninya sejak lama, sebagai warisan keluarga yang patut dilanjutkan. Waktu telah menata jari-jemarinya menjadi begitu terampil hingga namanya dikenal sebagai salah satu pencetak bata terbaik di tanah Timor.

Ibu dari tiga anak ini menceritakan proses pembuatan bata yang tak mudah hingga mendapatkan bata berwarna merah. Seperti emas ditempa dalam tanur api, batapun demikian. Proses pembuatannya dimulai dengan menentukan struktur tanah yang layak, menggali, menyiram, mengaduk tanah menyerupai adonan tepung, mencetak, membakar, lalu menjual.

“Tak ada yang mudah, Pak. Ada proses panjang yang harus dilewati sebelum menjadi bata. Ukuran cetakan pun telah kami sepakati bersama dalam lingkungan kerja ini, yaitu harus memiliki ketebalan enam sentimeter, panjang delapan belas sentimeter dan lebar sepuluh sentimeter,” ujarnya sambil menunjukkan cetakan bata di tangannya kepada kami, tim Credit Union Kasih Sejahtera (CUKS) Kantor Cabang Pembantu (KCP) Insana, yang berkunjung pada Kamis (11/10) siang itu. “Ada empat belas ribu buah bata pada sekali bakar. Makanya butuh waktu sehari-semalam penuh untuk mendapatkan hasil yang baik. Terkadang kami harus bergantian menjaga api agar tetap menyala,” sambungnya.

Manejer CUKS KCP Insana Johanes Bere Seran di lokasi pembuatan bata
Doc by – Ferdi Lelan

Siang itu, bara dalam terowongan itu bagaikan cinta Shinta kepada Rama yang tak lekang oleh apapun. Panasnya menjangkau jarak hingga sepuluh meter. Sambil memperbaiki topi kecilnya, Yovita lanjut berkisah tentang hari-hari hidupnya membakar mimpi lewat potongan bata merah. Ada cinta yang sangat kuat untuk hidup bermartabat dalam titik-titik peluh di sekujur tubuhnya, ada juga tangis yang sunyi di tengah deru kobaran api yang melahap ukiran bata mentah. Tapi siapa yang peduli pada nasib orang lemah? Setiap pekerja patut mendapat upah, kata Santo Paulus.

“Setelah dibakar, bata harus didinginkan terlebih dahulu selama, kurang lebih, seminggu. Setelah itu baru boleh dijual,” suara Yovita memecah keheningan setelah sepersekian menit kami membisu. Tak ada kalimat yang siap kusambung untuk turut menghalau sunyi yang ada. Sejak tadi, dia berkisah dan saya mencerna dengan imajinasi sendiri. Saya membayangkan anak-anaknya yang bersekolah dari hasil kerja kerasnya. Saya membandingkan kontrasnya hidup keluarga ini dalam setiap dua puluh empat jam: siang yang menyengat dari bara dan malam yang menyergap lewat dingin di dalam rumah kecil nan sempit. Tak ada ruang untuk menghangatkan hati.

“Kalau api sudah menyala di bubungan, itu berarti  semua batu yang tersusun telah terbakar secara maksimal. Warna bata akan berubah menjadi merah terang. Bila warnanya merah pucat, itu tandanya bata belum benar-benar siap. Harus dibakar lagi sampai merah terang,” ungkapnya sambil menunjuk api yang telah merambat mencapai bubungan susunan pembakaran.

Di sekeliling lahan kerja yang lapang itu saya menyaksikan lubang tak beraturan di atas tanah. Entah berapa diameternya namun cukup luas di tengah tanah lapang itu. “Mungkin bata-bata itu diambil dari sini,” gumamku. “Lubang bekas galian yang tidak dikerjakan lagi akan ditanami pohon pisang,” katanya menunjuk barisan pohon pisang pada beberapa lubang sebagai bukti betapa ia juga ikut menjaga keseimbangan alam, tempat ia mengumpulkan rezeki.

Tak ada usaha yang yang tak dihargai. Tak ada proses yang berkhianat pada hasil. Setiap kerut dan luka di tangannya dihitung, meski tak seberapa, pada saat penjualan bata. Yovita mematok harga 500 rupiah per bata. Itu harga termurah yang tidak sebanding dengan proses pembuatannya, namun ia telah menghitungnya dengan baik. “Saya menyiapkan bata berkualitas baik, sedangkan pembeli menyiapkan biaya angkut tanpa kompromi,” ucapnya sambil tertawa kecil seakan mengetahui kesangsianku atas keuntungannya dalam usaha ini. “Di antara lumpur dan api, kami akan terus menyusun mimpi. Sekecil dan sebesar apapun itu tetap harus disyukuri,” katanya. (Ferdi Lelan)

Berita Terbaru

Pengumuman Penerimaan Staf CUKS Tahun 2024

www.cukasihsejahtera.org - Dalam rangka mendukung Kelancaran operasional pada 14 kantor Cabang pelayanan Credit Union Kasih Sejahtera(CUKS) maka pada bulan ini akan dibuka rekruitmen untuk...

HASIL TES CALON SUPPORTING UNIT CU KASIH SEJAHTERA TB 2024

www.cukasihsejahtera.org - Berdasarkan Berita Acara Rapat Panitia Penerimaan Supporting Unit Nomor: 2/CUKS/BA/PNTPSU/III/2024 tentang rapat penetapan hasil tes calon supporting unit CUKS, disampaikan hal –...

HASIL SELEKSI ADMINISTRASI CALON SUPPORTING UNIT CU KASIH SEJAHTERA TB. 2024

PENGUMUMAN NO: 1/CUKS/PNTPSU/III/2024 TENTANG HASIL SELEKSI ADMINISTRASI CALON SUPPORTING UNIT CU KASIH SEJAHTERA TB 2024 Berdasarkan Berita Acara Rapat Panitia Penerimaan Supporting Unit Nomor:1/CUKS/BA/PNTPSU/III/2024 tanggal 20 Maret 2024...

Pos Kupang Award 2023: CUKS Raih Gelar Koperasi Terbaik di NTT dalam Program Pemberdayaan

www.cukasihsejahtera.org - Dalam sebuah acara gemilang di Hotel Aston-Kupang, Manajemen Pos Kupang menyelenggarakan penghargaan bergengsi, Pos Kupang Award 2023. Acara ini bertujuan...

CUKS dan Pemberdayaan Finansial : Meminjam Bukan Sekadar Utang

www.cukasihsejahtera.org - Credit Union Kasih Sejahtera (CUKS), sebagai sebuah lembaga...